Mie Ayam Bakso "Ojo Lali"

Rabu, 11 Desember 2013
2 komentar


Dari siang hari kami sekeluarga sudah merencanakan untuk menu makan malam kali ini adalah Mie Ayam. kebetulan sudah lama sekali tidak makan mie ayam. Habis maghrib pun kami jalan keluar rumah muter muter untuk mencari warung mie ayam, maklum kami sekeluarga relatif baru tinggal disini. Akhirnya pilihan pun jatuh ke warung mie ayam "Ojo Lali" yang letaknya di Jalan Utama Pondok Timur Bekasi. Lokasinya sangat strategis pinggir jalan raya yang menghubungkan perumahan Pondok Timur dan perumahan Mutiara Gading Timur Bekasi. Tempatnya sangat nyaman dan luas banyak tempat duduk yang tersedia, sehingga kalau mau membawa keluarga besar kesini juga cukup. Halaman untuk parkir juga terhitung luas, untuk parkir beberapa motor dan 3 mobil pun muat,
Setelah masuk pun kami disambut dengan ramah para pelayannya, cukup banyak pelayan yang ada di warung ini dan semua pakai seragam batik. Ada lima menu yang ditawarkan warung Ojo lali yaitu 
1. Mie Ayam Bakso
2. Bakso
3. Bakso urat
4. Bakso tahu
5 Mie Ayam Bakso urat

Kami sekeluarga akhirnya pesen menu yang sama yaitu Mie Ayam Bakso. Awalna kami pesen 2 mangkok untuk saya dan isteri saya. Namun mengingat anak saya yang masih 20 bulan juga doyan mie ayam, akhirnyapun kami pesen 3 mangkok. 

Tidak lama pun pesanan datang, maklum kondisinya masih sepi. dengan pelayan yang ada rasanya melebihi pembeli yang ada saat itu. Sepertinya biasanya isteriku nyiapin untuk si buah hati dulu, kalau saya sih langsung santap duluan. Rasanya "Mak Nyus" sampai sampai nambah jatahnya anak saya yang pastinya ga habis satu mangkok, mau dihabisin rencananya, tapi karena melihat isteri juga sangat menikmati dan lapar sepertinya akhirnya pun kami bagi dua. Sekitar jam 19.00 pembeli pun terus berdatangan dan semakin ramai, hampir seluruh meja yang ada di penuhi pembeli. Tidak heran kalau banyak yang beli karena memang rasanya top markotop.

Pemilik warung Mie Ayam Bakso "Ojo Lali" ini adalah Haji Triman dan sudah berdiri sejak tahun 1976. Tidak diragukan lagi kualitas dan rasanya. Bagi para pecinta Bakso dan mie ayam sayai rekomendasikan untuk mampir di warung "Ojo Lali" ini. Saya dan isteri pun pengen kembali lagi kesana untuk mencoba menu yang lainnya. Memang pantas warung ini dinamakan "Ojo Lali" yang artinya "Jangan Lupa", karena akan membuat pembelinya kalau pengen balso ya jangan lupa perginya ke warung "Ojo Lali".

Baca selengkapnya »

Minuman Beras Kencur

Minggu, 24 November 2013
2 komentar
Indonesia itu gudanganya minuman menyehatkan!. Bagaimana tidak leluhur kita sejak dulu sudah mempraktikkan bagaimana caranya menjaga kesehatan dengan komposisi bahan-bahan dari alma yang pastinya alami dan bebas bahan kimia.
Minuman-minuman itu seringkali disebut dengan jamu. Tapi jangan dulu berpikiran bahwa jamu itu selalu pahit dan tidak enak. Resep minuman kali ini menyajikan informasi tentang jamu yang enak dinikmati. Dijamin tidak pahit, yakni beras kencur.




Untuk membuat beras kencur pertama siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu yakni :
  • Beras 200 gram
  • Air mendidih 100 ml
  • Kencur 50 gram, bersihkan
  • Jahe 50 gram, bersihkan
  • Daun pandan 2 lembar
  • Kelabet 1/2 sendok teh
  • Kapulaga 10 buah
  • Kemukus 1/2 sendok teh
  • Gula merah 300 gram
  • Air 1500 ml
  • Garam secukupnya
Untuk membuatnya, berikut tahapan yang bisa anda ikuti :
  • Beras dibersihkan, tiriskan. Sangrai lalu rendam dalam air mendidih selama 2 jam.
  • Sangrai jahe dan kencur, angkat dan sisihkan.
  • Campur rendaman beras, kencur, jahe yang telah disangrai, kelabet, kapulaga, kemukus dan sedikit garam. Haluskan dengan blender.
  • Rebus air bersama gula merah dan pandan hingga gula larut dan mendidih.
  • Campur beras kencur dengan air gula, aduk rata lalu saring. Sajikan.
Resep minuman diatas cukup untuk 8 gelas. Selain nikmat dan bisa menggugah selera makan, resep ini memiliki banyak manfaat yaitu :
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menyegarkan badan
  • Menjaga kondisi badan agar tetap fit
  • Mengurangi pegal-pegal
  • Melancarkan pembuangan darah kotor pada saat haid, sekaligus meredakan nyeri
  • Membakar lemak, (bagi yang ingin menstabilkan bobot badan, sangat bagus meminum ramuan ini)
  • Memberikan kehangatan pada badan ketika dingin
  • Meredakan sakit tenggorokan
Banyak sekali bukan manfaatnya? Jangan ragu untuk mempraktikkan resep minuman yang sehat ini. Oh ya , minuman ini bisa dimunim dalam kondisi hangat atau dingin. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »

Wedang Uwuh / sampah

Jumat, 22 November 2013
0 komentar
Bahan Wedang Uwuh :
  • 700 ml air
  • 40 g serutan kayu secang kering
  • 50 g gula batu/gula pasir
  • 6 cm jahe, memarkan
  • 2 lembar daun kayu manis kering
  • 3 lembar daun cengkeh kering
  • 3 lembar daun pala kering
  • 10 butir cengkih/batang cengkih kering
Cara Membuat Wedang Uwuh :
  1. Bakar jahe, memarkan.
  2. Tuang air dalam panci. Masukkan jahe, cengkih/batang cengkih, daun cengkih, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, jahe, dan gula batu.
  3. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
  4. Rebus selama kurang lebih 15 menit.
  5. Angkat dan saring (bisa juga dihidangkan tanpa disaring).
  6. Tuang ke dalam gelas. Hidangkan hangat.
Note :
  • Warna air yang merah cerah terbentuk dari air seduhan secang. Bau harum muncul dari aroma kayu manis. Rasa hangat-pedas terbentuk dari jahe dan dedaunan rempah lainnya.
  • Minuman herbal berbahan bahan rempah ini berkhasiat menghangatkan badan, menghilangkan masuk angin, batuk ringan, dan melegakan tenggorokan. Bagi pecandu rokok kretek yang pengin berhenti merokok, minuman ini mungkin bisa membantu menghentikan rokok kretek anda.
Baca selengkapnya »

Wedang Jahe Gepuk

3 komentar
Lagi musim hujan gini bawannya pengen yang anget-anget, Wedang Jahe Gepuk ini bisa jadi salah satu pilihan, untuk penghangan badan, penambah stamina. Selamat mencoba.

Bahan :

100 gr jahe merah
500 ml air
2 sdm gula merah
3 sdm gula pasir (bs memakai gula batu)







 
Cara Membuat :

  • Bakar jahe merah sebentar, bersihkan, gepuk (memarkan).
  • Masukkan semua bahan termasuk jahe gepuk ke dalam air. masak hingga mendidih. Cicipi, tambahkan gula bila kurang manis.
  • Wedang jahe gepuk siap dihidangkan
Baca selengkapnya »

WEDANG RONDE

0 komentar
Wedang ronde juga jadi jajanan favorit banyak orang ketika menunggu tahun berlalu atau datangnya tahun yang baru. Minuman hangat dengan rasa jahe dengan isi bola-bola dari tepung ketan yang diisi dengan kacang tanah yang gurih. Untuk Anda yang lebih suka membuat acara ini di rumah, bisa membuatnya sendiri.






Bahan-bahan/bumbu-bumbu:

Bahan Ronde:
150 gram tepung ketan putih
1/4 sendok teh garam
135 ml air hangat
2 tetes pewarna hijau tua
2 tetes pewarna merah cabai

Bahan Isi:
50 gram kacang tanah kupas, disangrai
25 gram gula pasir
1/8 sendok teh garam

Sirup Jahe:
2.000 ml air
400 gram gula pasir
400 gram jahe, dibakar, dimemarkan
1 sendok teh garam
4 lembar daun pandan
6 batang serai, dimemarkan

Bahan Pelengkap:
200 gram kolang-kaling, direbus, diiris
3 buah roti tawar tanpa kulit, dipotong kotak
25 gram sagu mutiara merah
1 kaleng (200 gram) lengkeng, ditiriskan

Cara membuat:

  1. Isi, blender kacang tanah hangat-hangat, gula pasir , dan garam sampai rata. Bentuk menjadi bulatan kecil-kecil. Sisihkan.
  2. Ronde, campur tepung ketan dan garam. Aduk rata. Tambahkan air hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
  3. Bagi adonan menjadi tiga bagian. Satu bagian tambahkan pewarna merah, satu bagian tambahkan pewarna hijau, dan sisanya biarkan putih. Aduk rata masing-masing adonan.
  4. Ambil sedikit bahan ronde. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bulat. Lakukan sampai adonan habis.
  5. Didihkan air. Masukkan bola-bola ketan. Rebus hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.
  6. Sirup jahe, rebus air, gula pasir, jahe,daun pandan, dan serai dengan api kecil sampai mendidih dan harum.
  7. Sajikan ronde bersama sirup jahe serta pelengkapnya.
Baca selengkapnya »

Sayur Rebung

Kamis, 21 November 2013
1 komentar
Rebung memang paling pas jika dibuat sayur berkuah santan. Masakan dari bambu yang masih muda ini sangat pas untuk Anda jadikan pilihan menu hari ini. Sajikan dengan sambal terasi dan pelengkapnya.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:

Bahan :
200 gram rebung, diiris tipis, direbus dengan daun jeruk, dicuci.
50 gram daun melinjo
1.000 ml santan dari 1 butir kelapa
2 buah cabai hijau, dipotong bulat tipis
2 buah cabai merah, dipotong bulat tipis
2 lembar daun salam
1 cm lengkuas, dimemarkan
1 sendok makan garam
1 sendok teh gula pasir

Bumbu Halus:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sendok teh ketumbar

Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Tambahkan cabai merah dan cabai hijau. Aduk rata.
  2. Tuang santan sambil diaduk sampai mendidih.
  3. Masukkan rebung dan daun melinjo. Masak sampai mendidih.
  4. Tambahkan garam dan gula pasir. Masak sampai matang.
Baca selengkapnya »

LODEH TERONG

0 komentar
Untuk menu sehari-hari sayur lodeh memang paling pas jika disajikan bersama sambal terasi dan ikan asin yang digoreng. Sayur lodeh terong ini bisa menjadi pilihan Anda untuk menu hari ini.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
3 buah terong (300 gram), dipotong panjang 3 cm, masing-masing belah 2, goreng sebentar
10 lonjor kacang panjang, dipotong panjang 3 cm
2 buah jagung, dipotong-potong 2 cm
150 gram labu siam, dipotong korek api
2 buah cabai hijau, diiris
2 lembar daun salam
1 sendok makan ebi, direndam, tiriskan, dimemarkan
1.000 ml santan dari 1/2 butir kelapa
500 ml santan dari 1 butir kelapa
3/4 sendok teh gula pasir
3 1/2 sendok teh garam

Bumbu Halus:
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 cm kencur
1/2 sendok teh ketumbar

Cara Pengolahan :
  1. Rebus 1.000 ml santan, cabai, dan daun salam sampai mendidih.
  2. Tambahkan bumbu halus, ebi, gula pasir, dan garam. Aduk rata.
  3. Masukkan terong, kacang panjang, jagung, dan labu siam. Rebus sampai matang.
  4. Tuang santan kental. Rebus lagi sampai mendidih. Angkat.
Baca selengkapnya »

Oblok-oblok alias Botok ?

0 komentar
Ingin mencicipi masakan kampung ? cobalah resep yang saya curi dari si mbahku ketika beliau masih hidup dan suka masak. Kenapa harus saya curi? karena saya pasti akan kena semprot manakala  saya ikut melihat-lihat simbah atau ibuku masak di dapur. Apalagi kalau sampai cerewet tanya ini itu yang membuatnya jadi gusar , dan Ia selalu bilang ora ilok ( pamali) laki-laki ada di dapur dan bukan pada tempatnya laki-laki ada di dapur. Saya tersenyum setiap mengenang kejadian itu, walhasil saya sering mencuri pandang untuk bisa mendapatkan resep-resep masakan tersebut yang ternyata sangat berguna buat saya dikemudian hari.
Inilah salah satu hasil curian yang bisa saya bagi.
Bahan-bahan :
- 1 buah kelapa yang masih muda ( parut kasar)
- 1 buah tempe uk. 10cm
- 50 gr  teri medan
- 50 gr petai cina
- 50 gr daun melinjo (potong kasar)
Bumbu-bumbu :
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 buah cabai hijau (iris bulat uk 1/2 cm)
- 1 ruas lengkuas
- 3 lembar daun salam
- garam secukupnya
Cara membuatnya :
- Panaskan 100 cc air, masukan bawang merah putih yang sudah dihaluskan dan bumbu lainnya. Setelah tercium aroma sedap dari bumbu tersebut masukan semua bahan-bahan, aduk terus secara perlahan hingga airnya berkurang. Masukan garam dan aduk kembali lalu angkat dan letakan di pinggan saji. Mudah bukan? Kalau ingin membuat botok maka anda tinggal membungkus masakan tersebut menggunakan daun pisang kemudian mengukusnya selama kurang lebih 15 - 20 menit. Jadilah botok.
Baca selengkapnya »

SAMBEL TUMPANG

0 komentar
Edisi kali ini menampilkan tentang sambel tumpang. Makanan yang satu ini juga sangat susah ditemui di Jakarta. Pernah dapat sekali di daerah Bintaro, akan tetapi rasa bumbunya kurang jelas, encer, dan yang menonjol hanya rasa asin saja.
sebelum lebih jauh membahas resep dan cara memasaknya, terlebih dahulu ingin bercerita tentang sambel tumpang.


Dibesarkan di dua daerah yang berbeda membuat saya memiliki 2 versi sambel tumpang yang berbeda. Masing-masing memiliki karakteristik rasa yang berbeda, tapi sama-sama enaknya.
Pada waktu kecil sampai dengan kelas 2 SD, diasuh oleh Budhe, yang saya panggil ibu juga, di Karanganyar. Di daerah ini mempunyai kebiasaan kalau pagi sarapan nasi tumpang, selain ada juga bubur tumpang, bubur terik, atau sambel goreng krecek. Ciri khas sambel tumpang di Karanganyar dan sekitarnya, kuah sambel tumpangnya tidak menggunakan santan tetapi parutan kelapa muda yang ikut direbus didalamnya, sehingga rasanya menjadi lebih gurih (mirip dengan sayur oblok-oblok, resep masih ngantri ya!).


Pada saat kelas 3 SD sampai SMA, mulai tinggal dengan orang tua kandung yang sedang tugas di Sragen. Di daerah ini ternyata variasi jajanan untuk sarapan makin banyak, mulai dari jajan pasar, nasi tumpang, pecel, bubur beraneka macam, soto, kare, dsb. Orang Sragen ternyata senang jajan.. :D
Nah, kembali ke masalah sambel tumpang. Di Sragen, sarapan nasi tumpang tiap pagi juga menjadi favorit. Akan tetapi di daerah ini, terdapat sambel tumpang dnegan versi yang berbeda dengan di Karanganyar. Sambel tumpang khas Sragen menggunakan santan untuk kuahnya, sementara isiannya didominasi tempe yang dihaluskan.
Ada penjual tumpang yang sangat terkenal di Sragen, namanya Mbok Jami, di pasar bunder. Sekarang sepertinya diteruskan oleh anaknya. Sambel tumpangnya sangat kental dan legit. Apalagi karena dibungkus dengan daun jati membuat aroma sambel tumpangnya makin nikmat. Kesiangan sedikit, dijamin bakal kehabisan. Dahulu paling suka makan nasi tumpang mbok Jami, tapi paling sebal jika disuruh membeli, antrinya itu lho...!!
Saat lepas SMA, keluarga pindah ke Solo. Disini kebiasaan jajan makin kacau. Orang Solo sangat terkenal dengan kebiasaan jajannya. Pagi-siang-sore mau cari apa saja ada. Akan tetapi menu jajan sarapan jadi berubah, karena kalau di Solo tumpang tidak terlalu digemari sehingga kalau ingin makan sambal tumpang paling pesan sepanci penuh sama ibu yang di Karanganyar. Selepas ibu yang di Karanganyar sakit dan kemudian meninggal, makin jarang kami makan sambel tumpang. Paling jika lebaran, itupun minta rewangnya bulik untuk membuatnya. Makanya jika menu lebaran orang lain adalah opor atau sambel goreng, di rumah kami meski menu itu ada tetapi yang laku malah sambel tumpang yang versi kelapa muda parut, hehehe..
Begitu sudah dewasa dan merantau, jika kangen sambel tumpang terpaksa membuat sendiri :'(


Nah sekarang saatnya menampilkan resep dari sambel tumpang. Yang akan ditampilkan kali ini adalah resep sambel tumpang versi parutan kelapa muda.


Bumbu yang direbus:





  • cabai merah keriting



  • cabe rawit merah
  • bawang merah
    bawang putih
    kencur *
    sereh digeprek
    ebi
    lengkuas digeprek
    daun jeruk
    daun salam
    gula jawa *
    garam *
    air
(*) bahan yang wajib tapi lupa di foto :D


bahan isi:









  • tempe, lebih baik yang sudah disimpan 1-2 hari diluar kulkas. potong besar-besar agar mudah disisihkan setelah direbus
  • kelapa muda parut, cari yang masih lentur jika ditekan
  • krecek
  • petai
bahan tambahan:
  • sayuran hijau yang direbus, bisa bayam, daun singkong, kenikir, daun pepaya, dsb. paling enak jika menggunakan kenikir karena aromanya yang wangi
  • tauge yang direbus sebentar
  • bawang merah goreng untuk taburan. aroma bawang goreng ini akan makin menambah gurihnya sambel tumpang
cara membuat:

  1. rebus bumbu-bumbu bersama tempe diatas api sedang selama -/+ 15 menit. air jangan terlalu banyak, hanya sebatas permukaan bahan-bahan. jika kebanyakan akan membuat sambal terlalu encer. saat semua bahan tersebut direbus, aromanya harum sekali.. dijamin ingin segera menikmatinya!
  2. setelah direbus, ambil bahan-bahan tadi, airnya sisihkan untuk dipakai lagi.
  3. haluskan bumbu dan tempe yang sudah direbus tadi (minus daun salam, daun jeruk, lngkuas, dan sereh). Biar gampang menghaluskan, pisah tempe dengan bumbu dapur.
  4. kembalikan bahan-bahan yang sudah dihaluskan ke dalam air rebusan bumbu
  5. tambahkan parutan kelapa, krecek, petai, gula jawa, dan garam
  6. masak diatas api sedang, jangan lupa sering diaduk biar tidak gosong
  7. setelah rasa kelapa menjadi matang dan petai menjadi lunak, angkat, taburi bawang goreng
  8. sajikan bersama nasi dan sayuran
  9. cara penyajiannya adalah tuang sambel tumpang diatas permukaan nasi dan sayuran hijau. nikamti dengan karak atau tempe goreng tepung (sayangnya gak sempat masak lauknya, jadinya fotonya plain aja, hehehehe...)
Jika ingin membuat sambel tumpang yang versi diberi kuah santan, bumbu dan cara memasaknya sama saja, hanya pada bagian diberi parutan kelapa, diganti dengan diberi santan kental. Cuma perlu diingat jika diberi santan berarti air yang dipakai untuk merebus bahan harus dikurangi dan jumlah tempe harus ditambah karena kalau tidak akan menjadi terlalu encer.
Beda rasanya adalah jika yang versi parutan kelapa lebih gurih dan ada renyahnya, tetapi jika yang disantan berasa lebih kental dan legit.
Selain dengan nasi, bisa juga dinikmati dengan bubur beras yang dimasak dengan santan, daun salam, dan sedikit garam, bukan bubur yang dimasak dengan kaldu seperti bubur ayam.
hmmm.. kalau sudah memasak sambel tumpang, akan habis dalam sekejap. dan ada perasaaan puas jika melihat keluarga makan sampai nambah-nambah. So, selamat praktek ya.. semoga keluarga anda juga bisa menikmatinya seperti keluarga saya :D
Baca selengkapnya »
 

Admin WeBlog

WeBlog ini dikelaola oleh Keluarga Besar yang punya harapan agar bisa reuni kelak di SURGA. Semoga bermanfaat dan jadikan keluarga kita menjadi "Keluarga Surga"....
Alloh Bersama kita...!!
Masukan silahkan kirimkan ke "email2bersama@gmail.com"

Dilihat Sebanyak....

Ubah Bahasa

Langganan Via Email

 

© 2010 Ayo Masak...!!!